Pengabdian Masyarakat Melalui Program PPKO Bersama BEM FK UNUSA

              Sebagai mahasiswa, salah satu peran penting yang dapat dilakukan adalah memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Pengabdian masyarakat bukan hanya menjadi wadah implementasi ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan rasa kepedulian, empati, dan tanggung jawab sosial. Melalui kegiatan PPKO (Program Pengabdian Kepada Ormawa) yang diinisiasi oleh BEM FK UNUSA, mahasiswa diajak untuk turun langsung mendampingi masyarakat melalui berbagai agenda kesehatan, edukasi, dan pemberdayaan.

         Pada liburan semester genap tahun 2025 ini, saya berkesempatan untuk ikut serta dalam rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada bulan Juli. Berbagai kegiatan yang dilakukan menjadi pengalaman berharga dalam memperluas wawasan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Pada Bulan Juli kita melakukan beberapa rangkaian kegiatan yang sebelumnya telah di rencanakan antara lain:

1. Penyuluhan Tentang Hipertensi

          Pada bulan Juli, kegiatan pertama yang kita laksanakan adalah penyuluhan mengenai hipertensi dengan tema CERDAS (Cegah Hipertensi Dari Sekarang). Dalam penyuluhan ini, mahasiswa bersama BEM FK memberikan edukasi mengenai bahaya hipertensi, faktor risiko, serta cara pencegahan melalui pola hidup sehat. Kemudian kita mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri, mengurangi konsumsi garam berlebihan, serta rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah. Penyuluhan ini mendapat antusiasme tinggi karena hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum dijumpai di masyarakat.


2. Ceramah Islami Sehat

          Selain edukasi kesehatan, kegiatan juga dilengkapi dengan ceramah Islami sehat bertajuk Sehat Itu Amanah. Ceramah ini menekankan bahwa menjaga kesehatan bukan hanya kebutuhan pribadi, tetapi juga bagian dari amanah yang harus dijaga. Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan religius agar masyarakat lebih mudah menerima pesan dan termotivasi untuk menjalani pola hidup sehat.


3. Pemeriksaan Tekanan Darah Gratis

     Kegiatan selanjutnya adalah pemeriksaan tekanan darah gratis bagi masyarakat. Melalui pemeriksaan ini, warga dapat mengetahui kondisi kesehatan mereka secara langsung. Hasil pemeriksaan kemudian ditindaklanjuti dengan edukasi terkait langkah-langkah yang harus dilakukan apabila tekanan darah berada di luar batas normal.


4. Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA)

  Tidak kalah penting, kegiatan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) juga diperkenalkan. Masyarakat diberikan pengetahuan mengenai jenis-jenis tanaman yang mudah ditanam di pekarangan rumah dan dapat digunakan sebagai obat tradisional. Hal ini bertujuan agar masyarakat bisa mandiri dalam menjaga kesehatan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar.



       Melalui kegiatan ini, terlihat jelas bahwa Ormawa bukan hanya sekadar organisasi mahasiswa, tetapi juga garda terdepan dalam memberikan dampak positif kepada masyarakat. Ormawa ikut turun tangan melakukan edukasi, pemeriksaan kesehatan, kolaborasi dengan puskesmas, polindes, hingga tokoh agama. Selain itu, mahasiswa juga dilatih untuk membentuk kader lokal agar program yang dilaksanakan dapat berkelanjutan meskipun kegiatan selesai.


Mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat melalui PPKO bersama BEM FK UNUSA pada bulan Juli 2025 memberikan banyak pengalaman berharga. Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga bagi mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan yang profesional dan berempati.

Melalui penyuluhan, pemeriksaan kesehatan, pemanfaatan TOGA, festival urban farming, hingga kegiatan olahraga sehat, mahasiswa dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pengalaman ini menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang dapat memberikan dampak positif bagi bangsa.

Nama : Lailatul Khotdriya 
Nim : 1130023010
Prodi : S1 Keperawatan 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kota Lama Surabaya